.
.
.
.
“Awaass!!”
.
.
.
Taeyeon menarik lengan Seohyun menjauh tanpa tau alasannya kenapa, ia sendiri kemudian berdiri di tengah jalan sebaliknya menunggu truck yang di depannya untuk menabraknya.
“Taeyeon!”
Seohyun dengan cepat menarik Taeyeon mejauh dari tengah jalan.
“Yaa! apa yang kau lakukan Taeyeon? Kau mau mencoba untuk bunuh diri?” Seohyun berteriak kepada Taeyeon untuk pertama kalinya.
Taeyeon hanya menangis. Ia kemudian terduduk.
“Maafkan aku…”
Taeyeon mengigit bibirnya.
“Aku membutuhkannya,..”
Seohyun menghela nafas, ia tak tega terus-terusan memarahi gadis yang sudah dianggapnya kakak perempuannya itu.
“Ayo kita pergi Taeyeon”
———————————————————————————-
Taeyeon pulang kerumah, ia tidak ikut makan malam dengan keluarganya. Ia hanya terdiam dan mengunci dirinya di dalam kamarnya. Sekarang ia sedang berdiri di samping telepon tua itu, benar-benar seperti orang gila ia tetap memcoba untuk menelpon Tiffany saat ini. Ia menaruh gagang telepon itu di telinganya, menunggu respon sambungan dari seberang walaupun itu adalah hal yang mustahil.
Ia menutup matanya rapat-rapat, sebulir air mata mulai jatuh.
“Aku mencintaimu Tiffany”
Ia menaruh kembali telepon tua itu dan berdoa.
“Ya Tuhan, tolonglah… biarkan aku bertemu dengannya didalam mimpiku, walaupun itu hanya di alam mimpi”
Ia kemudian merebahkan diri di tempat tidurnya dan menatap foto Tiffany. Ia mengelus foto tersebut dengan sayang. Ia selalu menghela nafas saat hatinya merasa sakit, mungkin itu ia lakukan untuk menghilangkan rasa sakit di hatinya.
Ia mencium foto itu dan tertidur..
Dreaming:
“Taeyeon”
“Ah- Tiffany?”
Taeyeon merasa ia sekarang sedang berada di sebuah gereja, ia berdiri di depan pintu gereja tersebut. Ia dapat melihat Tiffany berjalan menghampirinya. Taeyeon tersenyum, ia merentangkan lengannya dan berlari ke arah Tiffany,memeluk kekasihnya itu dengan erat.
“Aku sangat merindukanmu” air matanya mulai turun.
“Aku juga sangat merindukanmu, Tae~”
Mereka melepaskan pelukan masing-masing dan saling bertatapan. Tiffany mengelus wajah Taeyeon dan ia juga mulai menangis.
“Aku tidak ingin bangun lagi” kata Taeyeon kemudian,
“Jangan pernah meninggalkanku lagi”
“Tidak.. aku tidak bisa meninggalkanmu”
Taeyeon memeluk Tiffany lagi dan mencium aroma rambut Tiffany dengan gentle.
“Aku harap ini bukan mimpi”
“Taeyeon… takdir kita memang seperti ini, kita bertemu tetapi tidak bisa bersama”
“Tidak, kita akan bertemu”
“Bagaimana-“
“Ssssshhh.. Tiffany”
Taeyeon menangkup wajah Tiffany dan dengan pelan ia mengecup dahi gadis di depannya itu dengan sayang.
“Kau benar-benar cantik”
Tiffany tersenyum,“Kau juga Tae~”
Taeyeon tidak henti-hentinya menatap wajah Tiffany dan mengelus lembut pipi Tiffany, begitu juga yang dilakukan dengan Tiffany kepadanya.
Taeyeon menyentuh bibir Tiffany dengan tangan kanannya, tangan kirinya ia gunakan untuk menggenggam tangan Tiffany, karena terlalu bahagia akhirnya dapat saling bertemu di alam mimpi, jantung Taeyeon mulai berdebar keras.
“Taetae, kiss me”
Taeyeon menatap bibir Tiffany beberapa saat dan mulai mendekat, ia memiringkan kepalanya kemudian dengan gentle mencium bibir Tiffany. Tiffany meletakkan tangannya di depan dada Taeyeon dan Taeyeon dengan gentle memeluk pinggang Tiffany. Setelah beberapa saat mereka melepas ciumannya.
Tiffany tersenyum, ia memperlihatkan eye-smilenya yang sempurna,
“ I love you forever”
Tiffany mulai mundur pelan melepas pelukan kekasihnya. Ia kemudian mulai berjalan menjauh tetapi Taeyeon menghentikannya .
“Jangan tinggalkan aku Tiffany”
“Taeyeon-ah, its okay.. “
Tiffany mengelus pipi Taeyeon dengan ibu jarinya.
Taeyeon dapat merasakan jika tubuhnya akan segera bangun.. ia mulai resah,ia tidak mau berpisah dengan Tiffany.
“Semua akan baik-baik saja Taeyeon”
“Tanpamu?”
“Tidak, tapi aku akan menunggumu di surga Tae~”
Taeyeon pelan-pelan tersenyum. Ia mengangguk..
“Tunggu aku..”
“Kau akan baik-baik saja”
Tiffany berjalan menjauh… Taeyeon memperhatikan dan melepas kepergian Tiffany. Saat Tiffany sudah berjalan sampai di pintu gereja ia berbalik dan tersenyum.
“Kita akan bertemu lagi secepatnya, Taeyeon, aku mencintaimu”
Ia kemudian menghilang.
Taeyeon tersenyum, “Pasti kita akan segera bertemu, aku juga sangat mencintaimu”
Taeyeon terbangun dari mimpinya, ia merasa sedikit kecewa karena pertemuannya dengan Tiffany sudah berakhir tetapi kemudian ia merasa lebih baik.
Semuanya akan baik-baik saja-Taeyeon
Untuk pertama kalinya setelah kepergian Tiffany, ia tersenyum.
…
Hari berganti hari, Taeyeon menjadi wanita muda normal seusianya, ia kembali ceria dan juga bahagia. Ia bekerja dengan baik dan menjadi wanita muda yang sukses.
…
“Taeyeon~ kau kelihatan bahagia hari ini” kata Yoona
“Yeah, tentu saja” ia tersenyum lebar
Menunggu sudah menjadi bagian dari hidup Taeyeon saat ini. Ia akan selalu menunggu dan mengharapkan untuk lebih banyak keajaiban.
“Taeyeon, aku senang melihatmu bahagia kembali”
“Aku hanya berfikir, hidup memang seperti ini Seohyun-ah”
“Apa rencanamu sekarang?”
Taeyeon menatap langit di atasnya. Ia tahu di akhir hidupnya nanti, ia pasti akan bertemu dengan Tiffany…. di surga.
“Aku akan menunggu