JAKARTA, KOMPAS.com -Ribuan nasabah PT Golden Traders Indonesia Syaria การแปล - JAKARTA, KOMPAS.com -Ribuan nasabah PT Golden Traders Indonesia Syaria ไทย วิธีการพูด

JAKARTA, KOMPAS.com -Ribuan nasabah

JAKARTA, KOMPAS.com -Ribuan nasabah PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) masih resah. Nasib triliunan rupiah dana di perusahaan investasi emas yang berkantor pusat di kawasan Mega Glodok Kemayoran itu masih belum jelas.
Sejumlah nasabah mengatakan, sampai sekarang mereka belum menerima sama sekali pengembalian dana maupun bonus investasi di GTIS.

Padahal, berdasarkan catatan KONTAN 4 Maret lalu, tidak lama setelah rapat umum pemegang saham luar biasa, GTIS membentuk direksi baru. Aziddin, Direktur Utama GTIS yang baru, kala itu mengatakan, GTIS akan menyelesaikan semua pengembalian dana dan bonus nasabah dalam sepekan.

Tapi, menurut Santoso, nasabah asal Jakarta yang menginvestasikan dana Rp 2 miliar di GTIS sejak pertengahan 2012, sampai saat ini dia belum menikmati angin surga yang dijanjikan Aziddin. "Alasannya cari investor, padahal dari dulu mereka bilang ada investor yang mau masuk," katanya, akhir pekan lalu.

Hedi Yustaja mengalami nasib serupa. Nasabah GTIS asal Bekasi Timur yang menginvestasikan dana Rp 300 juta hasil jerih payahnya selama 20 tahun bekerja ini mengatakan, tidak tahu lagi kemana dia harus menuntut pengembalian dana investasinya. Sampai saat ini, tidak ada
satu orang pun dari jajaran direksi GTIS yang mau menemui untuk menjelaskan dan bertanggung jawab mengembalikan dana itu.

Hedi bilang, sebenarnya dia telah berusaha untuk mencari kejelasan ke kantor pusat GTIS dan bahkan menghubungi Aziddin secara langsung. "Di kantor, saya hanya ditemui oleh resepsionis yang tidak bisa memberi penjelasan apa- apa, sedangkan dari Aziddin tidak ada jawaban," katanya.

Aziddin dan jajaran manajemen GTIS belum memberi klarifikasi. KONTAN mencoba menghubungi dan mengirimkan pesan singkat ke dua nomor kontak Aziddin, tapi belum memberi jawaban.

Izin belum dicabut

Saat KONTAN menyambangi kantor pusat GTIS, tidak ada satu pun pegawai yang bisa dimintai klarifikasi. KONTAN hanya mendapatkan klarifikasi dari sebuah pengumuman di papan informasi yang terpampang di sebelah kiri meja resepsionis GTIS.

Isi pengumuman tertanggal 21 Agustus 2013 yang ditandatangani oleh Aziddin menerangkan bahwa GTIS belum mampu merealisasikan pembayaran bonus. "Saat ini dana dari investor masih dalam proses," kata Aziddin dalam pengumuman tersebut.

GTIS kesulitan membayar bonus dan mengembalikan dana nasabah sejak Februari lalu. Kesulitan terjadi setelah Michael Ong, pendiri GTIS menilep sekitar Rp 1 triliun dana nasabah.

Permasalahan lain, GTIS tidak mengantongi izin dari regulator yang kompeten dalam menjalankan usaha. GTIS hanya menjalankan usaha dengan izin perdagangan syariah yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Izin itu pun mereka selewengkan.

Toh, MUI sampai saat ini belum mencabut izin tersebut. MUI membiarkan GTIS menjalankan usaha dengan syarat GTIS sanggup memajukan usahanya kembali, sanggup mengganti kerugian nasabah, dan melaporkan Ong ke polisi.

MUI melalui Amidhan, Ketua MUI Bidang Perekonomian dan Produk Halal bilang, MUI mengambil langkah ini untuk membuktikan tidak ada yang salah dengan sertifikasi syariah yang diberikan MUI kepada GTIS. "Ini yang salah oknumnya," katanya. (Agus Triyono)
0/5000
จาก: -
เป็น: -
ผลลัพธ์ (ไทย) 1: [สำเนา]
คัดลอก!
จาการ์ตา KOMPAS.com-พันลูกค้า PT ทองอินโดนีเซียอิสลามเทรด (GTIS) ยังกระสับกระส่าย ชะตากรรมของ trillions rupiah เงินในบริษัทลงทุนในทองคำที่ตั้งสำนักงานใหญ่ในเกอมาโยรันพลาซ่าโกด็อกก้าไม่ชัดเจนยัง
จำนวนลูกค้าพูด จนถึงขณะนี้ พวกเขาไม่ได้รับคืนเงินใด ๆ ทั้งหมดหรือเงินโบนัสของการลงทุนในความเป็นจริงใน

GTIS ตามระเบียนเงินสด 4 เดือนมีนาคม หลังจากที่ประชุมผู้ถือหุ้น คณะกรรมการการ GTIS ใหม่ กล่าวว่า Aziddin การใหม่กรรมการของ GTIS กะลา GTIS จะทำโบนัสทั้งหมด และคืนเงินลูกค้าภายในสัปดาห์

แต่ Santoso จาการ์ตาเดิมที่ลูกค้าลงทุนเงินของ Rp 2 ล้านในกลาง-2012, GTIS วันที่เธอไม่มีความสุขลมสวรรค์สัญญา Aziddin "เหตุผลค้นหา สำหรับนักลงทุน แต่แรกว่า มีนักลงทุนที่ต้องไป เธอกล่าว ปลายสุดสัปดาห์

Hedi Yustaja ประสบชะตากรรมคล้ายกัน GTIS เมดสโตนลูกค้าเดิมที่ลงทุนกองทุนรวมของ Rp 300 ล้านดำเนินของความสำเร็จของเขากว่า 20 ปีทำงานนี้ว่า ไม่ทราบ แต่ที่เขาควรจะเรียกร้องคืนเงินลงทุนของเขา วันที่ ไม่มีใครจาก
กล่าวว่า คณะกรรมการยินดีกับ GTIS อธิบาย และรับผิดชอบคืนเงิน

Hedi เขาได้พยายามที่จะแสวงหาความชัดเจนการบัญชาการ GTIS และได้ติดต่อ Aziddin โดยตรง "ในสำนักงาน เพียงพบ โดยพนักงานต้อนรับที่ไม่สามารถให้คำอธิบายใด ๆ จาก Aziddin ไม่มีคำตอบ, "เขากล่าวว่า

การจัดการอันดับ และ GTIS Aziddin ยังไม่ได้ให้ชี้แจงเป็นการ ไม่ถูกยกเลิกเงินสดพยายามติดต่อ และส่งข้อความสั้น ๆ สองติดต่อหมายเลข Aziddin แต่ยัง ให้คำตอบ

สิทธิ์

เงินสดเมื่อมาถึงสำนักงานใหญ่ของ GTIS ไม่ได้พนักงานที่ไม่ได้ขอชี้แจง เงินสดเพียงเพื่อได้รับการชี้แจงจากการประกาศบนกระดานข้อมูลที่อยู่ทางด้านซ้ายของต้อน GTIS.

เนื้อหาของประกาศวัน 21 สิงหาคม 2013 เซ็น โดย Aziddin อธิบายว่า GTIS ไม่ได้ตระหนักถึงการจ่ายโบนัส "ขณะนี้กองทุนจากนักลงทุนจะยังคงอยู่ในกระบวนการ"การประกาศใน Aziddin

GTIS ปัญหาในการชำระเงินโบนัสและเงินคืนค่าลูกค้าตั้งแต่สุดท้ายเดือนกุมภาพันธ์ ปัญหาที่เกิดขึ้นหลังจาก Michael Ong ผู้ก่อตั้งของ menilep GTIS สถาน Rp ล้านล้าน 1 ในลูกค้าเงินปัญหาอื่น ๆ

GTIS แทงลงหลุมไม่ได้รับอนุญาตจากหน่วยงานกำกับดูแลที่มีอำนาจในการทำธุรกิจ GTIS เพียงทำธุรกิจ มีสิทธิ์ค้าเร้นช์ซีเรียออกโดยสภาของ Ulama อินโดนีเซีย (MUI) สิทธิ์ที่พวกเขา selewengkan

หรือ มุวันที่ยังไม่ได้ยกเลิกสิทธิดังกล่าว มุให้รันด้วยการส่งเสริมความพยายามกลับ เงื่อนไข GTIS ยินดีทดแทนลูกค้า และรายงานให้ตำรวจ

MUI ออง ธุรกิจ GTIS Amidhan ผ่าน ประธานมุผลิตภัณฑ์ฮาลาลและเศรษฐกิจกล่าว มุใช้ขั้นตอนนี้เพื่อพิสูจน์ว่า ไม่มีอะไรผิดปกติกับเร้นช์ซีเรียของมุกำหนดให้ GTIS ได้รับการรับรอง "มันเป็น oknumnya ไม่ถูกต้อง เขากล่าวว่า (Agus Triyono)
การแปล กรุณารอสักครู่..
ผลลัพธ์ (ไทย) 2:[สำเนา]
คัดลอก!
JAKARTA, KOMPAS.com -Ribuan nasabah PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) masih resah. Nasib triliunan rupiah dana di perusahaan investasi emas yang berkantor pusat di kawasan Mega Glodok Kemayoran itu masih belum jelas.
Sejumlah nasabah mengatakan, sampai sekarang mereka belum menerima sama sekali pengembalian dana maupun bonus investasi di GTIS.

Padahal, berdasarkan catatan KONTAN 4 Maret lalu, tidak lama setelah rapat umum pemegang saham luar biasa, GTIS membentuk direksi baru. Aziddin, Direktur Utama GTIS yang baru, kala itu mengatakan, GTIS akan menyelesaikan semua pengembalian dana dan bonus nasabah dalam sepekan.

Tapi, menurut Santoso, nasabah asal Jakarta yang menginvestasikan dana Rp 2 miliar di GTIS sejak pertengahan 2012, sampai saat ini dia belum menikmati angin surga yang dijanjikan Aziddin. "Alasannya cari investor, padahal dari dulu mereka bilang ada investor yang mau masuk," katanya, akhir pekan lalu.

Hedi Yustaja mengalami nasib serupa. Nasabah GTIS asal Bekasi Timur yang menginvestasikan dana Rp 300 juta hasil jerih payahnya selama 20 tahun bekerja ini mengatakan, tidak tahu lagi kemana dia harus menuntut pengembalian dana investasinya. Sampai saat ini, tidak ada
satu orang pun dari jajaran direksi GTIS yang mau menemui untuk menjelaskan dan bertanggung jawab mengembalikan dana itu.

Hedi bilang, sebenarnya dia telah berusaha untuk mencari kejelasan ke kantor pusat GTIS dan bahkan menghubungi Aziddin secara langsung. "Di kantor, saya hanya ditemui oleh resepsionis yang tidak bisa memberi penjelasan apa- apa, sedangkan dari Aziddin tidak ada jawaban," katanya.

Aziddin dan jajaran manajemen GTIS belum memberi klarifikasi. KONTAN mencoba menghubungi dan mengirimkan pesan singkat ke dua nomor kontak Aziddin, tapi belum memberi jawaban.

Izin belum dicabut

Saat KONTAN menyambangi kantor pusat GTIS, tidak ada satu pun pegawai yang bisa dimintai klarifikasi. KONTAN hanya mendapatkan klarifikasi dari sebuah pengumuman di papan informasi yang terpampang di sebelah kiri meja resepsionis GTIS.

Isi pengumuman tertanggal 21 Agustus 2013 yang ditandatangani oleh Aziddin menerangkan bahwa GTIS belum mampu merealisasikan pembayaran bonus. "Saat ini dana dari investor masih dalam proses," kata Aziddin dalam pengumuman tersebut.

GTIS kesulitan membayar bonus dan mengembalikan dana nasabah sejak Februari lalu. Kesulitan terjadi setelah Michael Ong, pendiri GTIS menilep sekitar Rp 1 triliun dana nasabah.

Permasalahan lain, GTIS tidak mengantongi izin dari regulator yang kompeten dalam menjalankan usaha. GTIS hanya menjalankan usaha dengan izin perdagangan syariah yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Izin itu pun mereka selewengkan.

Toh, MUI sampai saat ini belum mencabut izin tersebut. MUI membiarkan GTIS menjalankan usaha dengan syarat GTIS sanggup memajukan usahanya kembali, sanggup mengganti kerugian nasabah, dan melaporkan Ong ke polisi.

MUI melalui Amidhan, Ketua MUI Bidang Perekonomian dan Produk Halal bilang, MUI mengambil langkah ini untuk membuktikan tidak ada yang salah dengan sertifikasi syariah yang diberikan MUI kepada GTIS. "Ini yang salah oknumnya," katanya. (Agus Triyono)
การแปล กรุณารอสักครู่..
 
ภาษาอื่น ๆ
การสนับสนุนเครื่องมือแปลภาษา: กรีก, กันนาดา, กาลิเชียน, คลิงออน, คอร์สิกา, คาซัค, คาตาลัน, คินยารวันดา, คีร์กิซ, คุชราต, จอร์เจีย, จีน, จีนดั้งเดิม, ชวา, ชิเชวา, ซามัว, ซีบัวโน, ซุนดา, ซูลู, ญี่ปุ่น, ดัตช์, ตรวจหาภาษา, ตุรกี, ทมิฬ, ทาจิก, ทาทาร์, นอร์เวย์, บอสเนีย, บัลแกเรีย, บาสก์, ปัญจาป, ฝรั่งเศส, พาชตู, ฟริเชียน, ฟินแลนด์, ฟิลิปปินส์, ภาษาอินโดนีเซี, มองโกเลีย, มัลทีส, มาซีโดเนีย, มาราฐี, มาลากาซี, มาลายาลัม, มาเลย์, ม้ง, ยิดดิช, ยูเครน, รัสเซีย, ละติน, ลักเซมเบิร์ก, ลัตเวีย, ลาว, ลิทัวเนีย, สวาฮิลี, สวีเดน, สิงหล, สินธี, สเปน, สโลวัก, สโลวีเนีย, อังกฤษ, อัมฮาริก, อาร์เซอร์ไบจัน, อาร์เมเนีย, อาหรับ, อิกโบ, อิตาลี, อุยกูร์, อุสเบกิสถาน, อูรดู, ฮังการี, ฮัวซา, ฮาวาย, ฮินดี, ฮีบรู, เกลิกสกอต, เกาหลี, เขมร, เคิร์ด, เช็ก, เซอร์เบียน, เซโซโท, เดนมาร์ก, เตลูกู, เติร์กเมน, เนปาล, เบงกอล, เบลารุส, เปอร์เซีย, เมารี, เมียนมา (พม่า), เยอรมัน, เวลส์, เวียดนาม, เอสเปอแรนโต, เอสโทเนีย, เฮติครีโอล, แอฟริกา, แอลเบเนีย, โคซา, โครเอเชีย, โชนา, โซมาลี, โปรตุเกส, โปแลนด์, โยรูบา, โรมาเนีย, โอเดีย (โอริยา), ไทย, ไอซ์แลนด์, ไอร์แลนด์, การแปลภาษา.

Copyright ©2026 I Love Translation. All reserved.

E-mail: