Abstrak
Masyarakat tuna rungu pada umumnya menggunakan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi utamanya. Bahasa isyarat
mengutamakan komunikasi visual, pengguna bahasa ini menggunakan orientasi, bentuk dan gerakan tangan, lengan, tubuh,
serta expresi wajah untuk mengungkapkan expresi mereka. Tetapi cara komunikasi ini sering menyulitkan/membatasi
komunikasi dengan orang lain yang normal, karena perbedaan komunikasinya itu kurang dipahami oleh lawan
komunikasinya. Untuk mengatasi keterbatasan komunikasinya tersebut diperlukan upaya penterjemahan bahasa isyarat
menjadi lisan. Dengan demikian akan terjadi komunikasi yang lebih mudah antar kaum tuna rungu dengan masyarakat
umum.
Untuk menyelesaikan proyek akhir ini, digunakan kamera webcam sebaga alat bantu untuk menangkap gambar dari
tangan pengguna. Teknik yang digunakan adalah dengan menangkap posisi tangan, mengekstrak bentuk dari tangan
tersebut, kemudian mengklasifikasinya. Untuk mencari letak tangan dari setiap frame yang dihasilkan, penulis
menggunakan HaarClassifier yang sebelumnya telah dilakukan training terlebih dahulu. Kemudian untuk mengekstrak
bentu tangan digunakan skin detection dan noise removal yang kemudian dilanjutkan dengan thresholding dan normalisasi.
Setelah bentuk tangan ini didapatkan, maka gambar biner bentuk tangan ini diklasifikasikan berdasarkan kumpulan
gambar-gambar isyarat tangan yang digunakan sebagai data training. Algoritma klasifikasi yang digunakan penulis adalah
algoritma K Nearest Neigbors.
Sistem ini mampu mengenali 19 isyarat huruf tangan dari 26 isyarat yang ditargetkan. Rata-rata akurasi yang
dihasilkan system ini adalah 89.68%. Nilai akurasi ini dapat bervariasi tergantung dari konsistensi data training dan noise
yang dihasilkan.