Menit-menit selanjutnya dan selanjutnya berubah menjadi tegang dan juga ngeri harus melihat kekejaman Jepang kepada Sang Kiai dan para santri-nya. Naah, saya temukan ketidak-sikronan disini pula, dari buku yang saya baca tentang biography K.H. Hasyim Asy’ari, permasalahan di Pabrik Cukir itu adalah permasalahan dengan pasukan Belanda yang Belanda ingin menangkap Sang Kiai karena dianggap sebagai penyebab kerusakan pada pabrik dan Sang Kiai harus mengakui hal tersebut, namun ternyata difilm-nya masalah itu terjadi dengan pasukan Jepang. Karena menolak untuk mengakui dan juga menolak untuk melakukan Sekerei (Sembahyang Jepang kepada Matahari), Jepang pun semakin beringas dengan menembaki Pondok dan mengancam akan membakar para santri yang membuat Sang Kiai akhirnya mau untuk ditangkap.
So many words if I have to explain it through the movie. Yang jelas film Sang Kiai benar-benar recommended bagi pecinta film Indonesia. Dengan adanya film Sang Kiai ini membuat para pecinta film yakin bahwa film Indonesia tidak melulu berkutat pada film bergenre freak-horror namun kini film Indonesia mulai berbenah dan menunjukkan karakter Indonesianya dan menjadi film-film berkualitas. Aah, saya jamin, siapapun yang masih mempunyai hati tidak akan bisa menahan gejolak air mata dari awal hingga akhir. Apalagi saat harus melihat K.H. Hasyim Asy’ari meninggal, aah, saya masih merasa getir dengan kata itu. Oiya, diakhir posting, saya akan menuliskan beberapa quotes dari film Sang Kiai. Smeoga bermanfaat.
Menit-menit selanjutnya dan selanjutnya berubah menjadi tegang dan juga ngeri harus melihat kekejaman Jepang kepada Sang Kiai dan para santri-nya. Naah, saya temukan ketidak-sikronan disini pula, dari buku yang saya baca tentang biography K.H. Hasyim Asy’ari, permasalahan di Pabrik Cukir itu adalah permasalahan dengan pasukan Belanda yang Belanda ingin menangkap Sang Kiai karena dianggap sebagai penyebab kerusakan pada pabrik dan Sang Kiai harus mengakui hal tersebut, namun ternyata difilm-nya masalah itu terjadi dengan pasukan Jepang. Karena menolak untuk mengakui dan juga menolak untuk melakukan Sekerei (Sembahyang Jepang kepada Matahari), Jepang pun semakin beringas dengan menembaki Pondok dan mengancam akan membakar para santri yang membuat Sang Kiai akhirnya mau untuk ditangkap.So many words if I have to explain it through the movie. Yang jelas film Sang Kiai benar-benar recommended bagi pecinta film Indonesia. Dengan adanya film Sang Kiai ini membuat para pecinta film yakin bahwa film Indonesia tidak melulu berkutat pada film bergenre freak-horror namun kini film Indonesia mulai berbenah dan menunjukkan karakter Indonesianya dan menjadi film-film berkualitas. Aah, saya jamin, siapapun yang masih mempunyai hati tidak akan bisa menahan gejolak air mata dari awal hingga akhir. Apalagi saat harus melihat K.H. Hasyim Asy’ari meninggal, aah, saya masih merasa getir dengan kata itu. Oiya, diakhir posting, saya akan menuliskan beberapa quotes dari film Sang Kiai. Smeoga bermanfaat.
การแปล กรุณารอสักครู่..
