Sampel adalah sebagian dari populasi yang dianggap mewakili
populasi. Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit-unit analisa yang
ciri-cirinya akan diduga. Pada penelitian ini, pengambilan sampel
dilakukan secara purposive sampling, yaitu pemilihan sampel yang tidak
dilakukan secara acak. Dalam hal ini sampel dipilih berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan tertentu. Sampel yang dipilih merupakan sub
grup dari suatu populasi sehingga sampel yang diambil merupakan sampel
yang memiliki sifat sesuai dengan populasinya (Sugiarto et al., 2003).
Menurut Simamora (2002), jumlah sampel yang digunakan dalam
penelitian dihitung dengan rumus slovin :
n = N / ( 1 + N . e 2
)
Keterangan : n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidak telitian karena
kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat
ditolelir atau diinginkan (5 %)
Saat ini kota Tangerang mengalami pembangunan yang sangat
pesat terutama pembangunan pusat-pusat rekreasi dan perbelanjaan
sehingga hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat Tangerang
merupakan masyarakat yang cukup konsumtif. Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik Kabupaten dan Kota Tangerang jumlah ibu rumah tangga
kota dan kabupaten Tangerang sebanyak 728.670 orang sehingga
berdasarkan rumus Slovin, jumlah sampel minimal yang harus diambil
sebanyak 399,78 dibulatkan menjadi 400 orang ibu rumah tangga. Namun
untuk meningkatkan keakuratan data serta untuk mengantisipasi
kemungkinan yang tidak diinginkan saat penelitian di lapangan, maka
peneliti mengambil sampel sebanyak 422 orang responden. Dalam
penelitian ini, pengambilan sampel dilakukan secara bertahap berdasarkan
wilayah yang ada. Pada wilayah kota Tangerang, terdapat sebanyak lima
kecamatan sedangkan wilayah kabupaten Tangerang terdapat sebanyak 26
kecamatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menyebarkan setiap